Postingan

Hari matinya Chairil

Gambar
Hari ini, 28 April, diingati oleh kita sebagai tanggal matinya sang penyair angkatan 45, Chairil Anwar. Tentu saja, bagi sebagian orang tangal-tanggal ceperti itu punya makna, punya arti, terutama bagi mereka yang tahu dan membaca hasil karyanya. Walau tak semua juga sih...
Saya dulu pembaca sajak-sajaknya. Terutama, ya, karena di buku pelajaran bahasa Indonesia selalu ada dia. Dan, tentu saja ketika masuk kampus, nama itu kerap disebut-sebut, apalagi jika kamu masuk kelompok dengan unsur-unsur aktivitas mahasiswa... ya tidak semua sih, banyak yang tidak tahu juga, kecuali dari film AADC itu.
Bagiku, Chairil bisa jadi representasi yang menggambarkan sosok penyair sebenarnya, mungkin juga bagi sebagian besar orang: pintar, romantis, juga miskin dan penuh nestapa. Di Eropa juga banyak sosok-sosok yang begitu.. yang menjadi penyair karena ingin meringankan beban kehidupan. Mungkin orang tahunya bahwa menjadi penyair bisa dipelajari, tapi kalau bagiku,menjadi penyair itu dialami. Ya, tap…

Jurnalisme dan gelombang gosip

Gambar
"The race to be first is old news, the race to make people angry seems to be new the new trend." Supernerdland
Masa depan jurnalisme semakin membutuhkan penegasan sejalan dengan perkembangan saat ini. Kehadiran media online merevolusi bagaimana jurnalis menghadirkan berita ke konsumen. Sayang, bukannya lebih baik, tool tersebut justru menjadikan jurnalisme kocar-kacir.
Keresahan di ruang-ruang media massa cetak bukan lagi soal tergerusnya kertas sebagai pegangan orang tiap pagi, melainkan pada kerusakan jurnalistik media online. Ini bukan upaya menjelek-jelekkan media online oleh praktisi media cetak, karena pada dasarnya pemain di kedua lapangan itu sama. Media cetak juga telah mengendalikan peranti online mereka, mengantisipasi semakin hilangnya konsumen koran.
Jurnalis dan pemilik media sadar, akses informasi kini begitu mudah dan murah, menjangkau lebih banyak audiens dan dengan kecepatan yang dihitung per detik. Bahkan portal berita berbasis website desktop pun kini ta…

Selamat Datang MMM Indonesia Re-born

MMM Indonesia bangkit lagi. Ya, skema money game rintisan Mavrodi ini tampaknya telah melakukan konsolidasi besar-besaran. Ini tampak dari keberanian mereka mengiklankan diri di televisi maupun koran. Sepertinya mereka memiliki modal besar untuk mempermak diri dan tengah memperbaiki citranya setelah sebelumnya 'gagal bayar' ke para pengikutnya.
Backingan mereka bukan hanya keuangan yang besar, tapi juga sistem IT dengan membuat website indonesia-mmm.net. Website ini boleh dikata cukup komplit dan tampak lebih 'menawan' bagi masyarakat. MMM yang pernah dinyatakan ilegal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu tampaknya tidak lagi takut dengan lembaga 'pengawas'.
Yah, pegangan mereka adalah 'keenggenan' OJK mengurusi MMM dalam ranah yang diawasinya. OJK kukuh sebagai lembaga yang tidak punya tanggungjawab menangani keluhan masyarakat soal MMM karena mereka bukan lembaga keuangan.
"Dari hasil penelusuran kami, diperoleh informasi bahwa program MMM merup…

Bappebti Bekukan Pialang Soegee Futures

Bappebti telah membekukan kegiatan PT Soegee Futures berdasarkan keputusan Kepala Bappebti No. 03/BAPPEBTI/KEP-PEMBEKUAN/SA/02/2015.

"Pembekuan kegiatan usaha tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa nasabah PT Soegee Futures mengalami kegagalan penarikan dana (withdrawal)," kata Bappebti dalam press rilis.

Pembekuan yang dilakukan mulai Senin (16/2/2015) itu sekaligus membekukan izin para wakil pialang berjangka Soegee Futures.

Soegee Futures merupakan anak perusahaan dari Soegee Group, sebuah kelompok usaha yang membawahi berbagai bisnis jasa finansial, perdagangan komoditas, dan pasar fisik.

Pembekuan ini tercatat sebagai pembekuan ke sekian kalinya (banyak soalnya) yang dilakukan Bappebti. Sekaligus mengindikasikan 'tidak beresnya' perilaku pialang berjangka resmi di Indonesia.

Pada 10 Februari 2015 regulator perdagangan komoditas berjangka itu juga membekukan kegiatan PT Danagraha Futures karena perusaan tidak bisa memenuhi ketentuan modal bersih disesu…

Test Blogging via Email

Test blogging via e-mail...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Mengadili Janji Manis

Beberapa bulan terakhir, pengacara Dimas Pamungkas bolak-balik ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Ia sibuk membantu nasabah PT Brent Ventura mengajukan PKPU, upaya memaksa perusahaan membayar utang-utangnya lewat penjadwalan ulang.
Dalam permohonan pertama yang diputus 13 Oktober, Dimas kecewa. Pasalnya, majelis hakim menolak permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) atas Brent Ventura. “Kami kecewa karena bukti sudah maksimal dan cukup telak.”
Pada permohonan kedua, dari investor yang berbeda, Dimas kembali menemui jalan buntu.
Jika pada permohonan pertama alasan hakim, utang belum jatuh tempo, dalam putusan kedua ini hakim menyatakan Brent Ventura sebagai perusahaan modal ventura yang kewenangannya di bawah Badan Pengawas Penanaman Modal (Bapepam). Lembaga itulah yang menurut hakim berhak mengajukan permohonan.

Apa yang Terjadi dengan OJK

Hari Minggu malam, di tengah malam, saya dikirimi foward daftar perusahaan yang dirilis OJK, Ootoritas Jasa Keuangan. Terpampang dengan jelas "DAN ATAU PRODUK YANG DITAWARKAN BUKAN KEWENANGAN OJK."
O yeah... mereka bilang "Ini bukan urusan kami!" Ya, itu bukan urusanmu, OJK, lembaga kampret. Ini urusan segenap masyarakat yang ingin merasakan kekayaan dengan investasi, dan kebetulan banyak penipu bertebaran di luar sana. Maka, atas nama ketidakberwenanganmu, kau lebih enjoy menikmati urusan dengan orang-orang berduit di bank, pasar saham, dan asuransi. Silahkan dilanjutkan Pak OJK.
Persoalannya jadi begini, bagi mereka yang jadi korban, "lalu siapakah yang harus bertanggungjawab?"

Daftar nama yang dilaporkan ke OJK dan lembaga itu bilang "Itu bukan urusan kami." 

1 Arising Wealth Management-Investasi Uang
2 Aucklandfarm.com-Investasi Uang
3 BMA21.com-Investasi Valas
4 Boss Venture-Investasi Online
5 Brent Properties-Promissory Note
6 Bringintama-I…